Pantun merupakan bentuk puisi lama (tradisional) di Indonesia.Selain pantun, ada juga bentuk puisi lama yang lainnya, antara lain gurindam,teka-teki, mantra, syair, peribahasa, dan ungkapan.
Pantun mempunyai nilai-nilai luhur yang berkaitan dengan agama, budaya, dan norma sosial yang dianut masyarakat. Nilai-nilai luhur itu dapat berupa petuah, nasihat, petunjuk, amanat, pendidikan serta keteladanan.
Contoh-contoh pantun antara lain nasihat, agama, jenaka (lelucon), budaya, dll. Pantun juga memiliki ciri-ciri, yaitu:
- Terdiri dari 4 baris.
- Satu baris pantun memiliki 8-12 suku kata.
- Mempunyai satu bait (yang terdiri dari 4 baris).
- Baris 1 dan 2 disebut sampiran.
- Baris 3 dan 4 disebut isi.
- Baris pantun bersajak a-b-a-b. Bunyi akhir baris 1 dan 3 bersajak sama, dan bunyi akhir baris 2 dan 4 juga bersajak sama.
berada diantara cahaya bulan.}sampiran
Mari kawan tingkatkan belajar,}isi
agar prestasi tidak ketinggalan.}isi
(Contoh pantun nasihat)
Ada juga jenis pantun lain yaitu pantun kilat (karmina). Ciri-ciri pantun kilat yaitu bersajak a-a.
Contoh: Dulu suka ke latar,
sekarang jadi orang pintar.
Ada orang pakai baju kebalik,
Jadilah orang yang baik.




